Di ruang pertemuan kediaman Walikota, suasana penuh ketegangan. Semua yang hadir—Lynx, Ling Mei, Li Wei, Zhen Huan, dan para murid Sekte Api Langit lainnya, berada dalam diskusi serius untuk menyusun strategi menghadapi Nyonya Chen Xue, yang kini diduga kuat sebagai pencuri artefak.

Lynx menyandarkan punggungnya ke kursi dan berkata, "Jika artefak itu membawa dampak seburuk ini, kenapa kita tidak langsung menghancurkannya saja artefak tersebut?"

Walikota menggeleng, ekspresinya penuh kehati-hatian. "Tidak sesederhana itu. Artefak itu telah menyimpan energi iblis selama berabad-abad. Jika dihancurkan, semua energi iblis yang telah terkumpul di dalam dunia kecilnya kemungkinan besar akan meledak dan tersebar ke dunia luar. Dampaknya bisa jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan."

Zhen Huan mengangguk. "Jika itu terjadi, bukan hanya Kota Huoling yang dalam bahaya, tetapi seluruh wilayah di sekitarnya bisa terkena dampaknya."

Li Wei mengepalkan tangannya. "Kalau begitu, kita tidak bisa membuang waktu lagi. Aku akan pergi dan merebut artefak itu sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi!"

Namun, sebelum Li Wei bisa beranjak, Zhen Huan mengangkat tangannya untuk menghentikannya. "Jangan gegabah. Kau mungkin merasa sudah mengenal Nyonya Chen Xue, tetapi kau tidak tahu kekuatan aslinya."

Li Wei menatapnya dengan bingung. "Apa maksudmu? Kekuatan asli bagaimana?"

Zhen Huan menghela napas. "Aku tahu, dimata umum, dia terlihat seperti manusia biasa. Namun sesungguhnya dia menutupi ranah kultivasinya agar tidak banyak orang yang mengetahui. Apalagi orang yang berada di ranah lebih rendah, tidak akan bisa melihat ranah asli seseorang yang berada jauh di atasnya. Kultivasi Nyonya Chen Xue lebih tinggi dari yang kalian kira."

Semua orang di ruangan itu terkejut.

"Selain itu, aku juga memiliki informasi lain yang lebih mengejutkan tentang nyonya Chen Xue," lanjut Zhen Huan. "Nama aslinya bukanlah Chen Xue. Dia adalah Yin Yue."

Ling Mei menyipitkan mata. "Yin Yue?"

Zhen Huan mengangguk. "Aku sudah lama memiliki informasi ini. Sebagai sesama pebisnis, tentunya aku harus mengetahui peluang bisnis dan ancaman yang ada di sekitarku. Awalnya, aku hanya menyelidikinya sebagai saingan bisnis rumah makanku. Saat mengetahui nama aslinya, aku sempat mencurigainya memiliki niat buruk. Namun, karena selama bertahun-tahun dia tidak menunjukkan niat mencurigakan, aku mengabaikannya. Sekarang aku sadar, tujuan aslinya selama ini adalah artefak Walikota."

Para murid Sekte Api Langit yang mendengar ini saling berbisik.

"Kami tidak bisa membiarkan orang seperti itu membawa artefak yang berbahaya," salah satu dari mereka berkata. "Kami akan pergi bersama Li Wei untuk menangkapnya!"

Namun, Walikota kembali menggeleng. "Tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini tanpa perlindungan. Energi iblis di luar terlalu berbahaya. Kalian bisa saja terpengaruh dan kehilangan kendali atas diri kalian sendiri."

Suasana kembali hening.

Setelah beberapa saat, Walikota mengeluarkan sesuatu dari dalam lengan bajunya, sebuah kalung dengan liontin berwarna biru kehijauan yang tampak bersinar lembut.

"Kalung ini juga sebuah artefak yang diberikan oleh tetua keluargaku untuk mengantisipasi jika hal seperti ini terjadi. Ini adalah kalung penolak energi iblis," kata Walikota. "Beda dengan artefak milik Xiao Ling yang bisa menyerap energi iblis dan melindungi banyak orang, kalung ini hanya bisa menolak energi iblis dan melindungi satu orang. Namun, dalam situasi seperti ini, ini lebih baik daripada tidak sama sekali."

Ling Mei melangkah maju. "Kalau begitu, aku yang akan pergi."

Semua mata tertuju padanya.

"Aku yang paling kuat di antara kita semua," lanjut Ling Mei dengan mantap. "Jika seseorang harus menghadapi Yin Yue, maka biarkan itu menjadi tugasku."

"Kak Ling Mei, biarkan aku membantumu." kata Li Wei yang ingin ikut.

Ling Mei menggelengkan kepala dan tersenyum,"Ditempat ini kamu lebih dibutuhkan. Urusan Yin Yue biar aku yang selesaikan."

Walikota menatap Ling Mei sejenak, lalu mengangguk. "Baiklah. Kami akan menjaga kota ini, dan kami berharap kau bisa merebut artefak itu sebelum semuanya semakin memburuk."

Ling Mei menerima kalung itu, mengalungkannya ke lehernya."Apakah ada teknik khusus untuk menutup artefak tersebut atau memperkuat segel senjata tersebut?"

"Caranya sangat sederhana, sama seperti kita menggunakan artefak lainnya. Sedangkan untuk memperkuat segel, cukup mengalirkan energi qi murni kedalam segel tersebut." Kata walikota.

Saat Ling Mei melangkah pergi keluar pintu, Lynx menghentikannya. "Aku akan menemanimu."

"Urus istrimu. Jangan ganggu aku." katanya dengan ketus lalu lalu tanpa ragu melangkah keluar ruangan dan pergi dengan kecepatan tinggi menuju arah yang ditunjukkan Zhen Huan.

Melihat Ling Mei yang sudah pergi meninggalkan rumah walikota, Li Wei menoleh ke Lynx.

"Kau tidak ikut?" tanyanya dengan nada ragu.

Lynx tersenyum tipis. "Aku?"

Dalam sekejap, Lynx menghilang dari tempatnya.

Li Wei dan yang lainnya terkejut. Tidak ada satu pun dari mereka yang melihat bagaimana Lynx bergerak.

Zhen Huan mengangkat alis. "Anak itu… sungguh menarik."

***

Ling Mei bergerak cepat melintasi kota, menggunakan teknik gerakannya untuk mencapai bukit secepat mungkin. Ia menggunakan persepsinya untuk merasakan fluktuasi energi yang dia rasakan sejak keluar dari pintu gerbang.

Sesampainya di bukit, pemandangan di depannya membuatnya terkejut.

Di sana, berdiri sebuah portal setinggi tiga meter, berputar dengan cahaya ungu gelap yang berkilauan. Sesekali, energi iblis keluar dari portal itu, merayap ke udara seperti asap pekat yang memancarkan aura mencekam.

Ling Mei segera mencoba menyalurkan energinya untuk menutup portal tersebut, tetapi tidak ada hasil.

"Mustahil… aku tidak bisa menutupnya?" gumamnya dengan alis berkerut.

Suara familiar tiba-tiba terdengar di belakangnya.

"Portal itu tidak bisa ditutup begitu saja. Sepertinya, kita harus masuk ke dalam menyusul Yin Yue."

Ling Mei terkejut dan berbalik. Lynx berdiri di belakangnya dengan santai, seolah sudah berada di sana sejak tadi. Matanya membelalak. "Bagaimana kau bisa sampai di sini? Aku bahkan tidak merasakan kehadiranmu!"

Lynx tersenyum kecil. "Mungkin karena kamu terlalu fokus dengan artefak tersebut."

Lynx setelah menghilang dari hadapan Li Wei, tidak langsung menyusul Ling Mei, melainkan mendatangi Jelita di kamar Li Mei. Dia bersama istri walikota menjaga Li Mei yang sedang dalam masa pemulihan. Setelah berpamitan dan memastikan Jelita membawa kertas formasi yang bisa memberikan petunjuk keberadaannya, Lynx segera menyusul Ling Mei. Tidak memerlukan waktu lama, dalam hitungan detik, Lynx sudah berada di belakang Ling Mei.

Ling Mei yang kaget dengan kedatangan Lynx, menatapnya dengan penuh kecurigaan.

Di dalam hatinya, ada rasa hangat yang muncul tiba-tiba, sebuah perasaan aneh yang membuatnya merasa lebih tenang karena tidak menghadapi situasi ini sendirian.

Namun, perasaan itu langsung bercampur dengan ingatan tentang apa yang ia dengar sebelumnya, tentang Yun Qing, wanita yang disebut sebagai istri Lynx.

Seketika, wajahnya kembali dingin.

"Jangan salah paham," katanya datar. "Aku tidak peduli kau ada di sini atau tidak."

Lynx menatapnya sejenak sebelum tersenyum kecil. "Baiklah. Kalau begitu, ayo kita masuk."

Tanpa menunggu jawaban, Lynx berjalan ke arah portal, berdiri di depannya, menatap energi iblis yang berputar dengan hati-hati.

Ling Mei menghela napas.

Dia masih merasa kesal dan sakit hati terhadap Lynx, tetapi dalam situasi ini, dia harus fokus pada misinya.

"Apakah kamu memiliki artefak untuk dapat bertahan dari serangan energi iblis? Jangan lupa, didalam sana, kemungkinan energi iblis akan jauh lebih tebal dan sangat berbahaya. Dan kupikir sebaiknya kamu tetap disini." kata Ling Mei. Meski dia membenci pemuda didepannya, namun dia tetap tidak ingin melihat sesuatu terjadi kepada pemuda tersebut.

"Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Lihat, aku tetap baik-baik saja meskipun dari tadi ada beberapa energi iblis mendatangiku." sahut Lynx.

Sebelumnya, energi iblis sempat mempengaruhi pikirannya sesaat, walaupun kemudian energi iblis tersebut terbakar lenyap setelah masuk ketubuhnya. Namun kali ini, tubuhnya sudah membentuk antibodi terhadap energi iblis tersebut.

"Baiklah. Ayo," katanya akhirnya.

Bersama, mereka melangkah menuju portal, masuk ke dalam dunia kecil yang menyimpan fragmen senjata iblis yang telah lama tersegel.

